MANUSIA: Khalifah di Muka Bumi

Image
Nama Nabi Adam Alaihisalam.disebut dalam Al-Quran sebanyak  25 kali di beberapa surah dalam Al Quran. Dalil-dalil tentang penciptaan nabi Adam bisa kita jumpai pada surah al-Baqoroh ayat (30-39) Allah berfirman "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi," Mereka berkata "Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?Dia (Allah) Berfirman "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Sekilas dari ayat tersebut, malaikat yang bertanya pada Allah terkesan meragukan keputusan Allah untuk menciptakan makhluk bernama manusia. Sebenarnya malaikat adalah makhluk Allah yang tak akan pernah menolak perintah Allah, pertanyaan malaikat itu lebih kepada penasaran, ingin mencari tahu dan memohon penjelasan agar dapat dijadikan hikmah bagi mereka bukan sebagai bentuk penolakan akan apa yang diciptakan oleh Alla…

Flash Back: Di sinilah Petualangan Dimulai

Catatan harian bertanggal 8 Maret 2017:

Sebenarnya hari Senin, kelas belum resmi dimulai. Saya masih menunggu anak-anak mengembalikan formulir. Sembari menunggu, saya membolehkan anak-anak lama mengaji tapi dengan pesan, "tolong jangan bilang yang lain kalo kita ngaji hari ini. Belum ada tempat".

Namanya juga anak-anak. Jangan harap rahasia tetap rahasia. Tiba-tiba selepas Maghrib, tiga puluhan anak yang belum kebagian jadwal mengaji di sore hari datang bergerombol menyambangi rumah saya. Seketika muka saya menjadi pias. Subhanallah, mau ditaruh mana mereka?

Saya bahagia sekaligus bingung dan panik. Ibu Eko partner saya yang kebetulan ada di rumah saya ikut kelimpungan. Dia langsung menelpon orang. Setelah menutup teleponnya dia pun dengan pasti berkata, "yuk kita pindah sekarang juga!"

"Tapi kemana?"

"Sudah ikut saja, Insya Allah ini lebih baik dari dua pilihan sebelumnya, madrasah yang suram dan rumah orang kaya itu!"

Buru-buru saya kumpulkan anak-anak sebelum memobilisasi mereka entah kemana. Dan rupanya bu Eko membawa kami ke rumah kosong di seberang komplek.

Rumah yang sudah kosong setahunan itu milik keluarga Engkong Samid, untuk anak lelakinya yang bernama Engkong Iing. Betawi tulen. 

Waktu kami datang. Rumahnya sudah siap sekali untuk dipakai ngaji. Karpet sudah digelar, air minum sudah siap.

Engkong Ali bilang, "pake aja neng... Daripada ni rumah kosong dihuni jin mending pada ngaji di sini dah. Engkong mah kagak bisa apa-apa. Cuma bisanya ini. Ngajar ngaji kagak 'gablek' ya bisanya eni doangan. Kalo minum mah, engkong yang sediain. Makan juga kalo engkong sempet. Lagian kan engkong juga bentar lagi mati. Kagak bawa ape-ape. Nah paling bawa amalan doang. Ini bekal engkong ntar".

Saya mendengarnya sambil berkaca-kaca. Alhamdulillah....

Akhirnya malam itu kami mengaji di teras yang luas. Sengaja kami ambil teras di hari pertama agar orang-orang bisa melihat seperti apa pengajiannya. Apakah saya mengajarkan aliran tertentu. 

Tua muda berkerumun, ikut melihat. Hingga belakangan banyak para orang tua yang ingin ikut bergabung atau memasukkan anaknya.

"Terus engkong kalo saya ditegur pak RT gimana?" Saya khawatir.

"Biar engkong tar yang ngadepin. Yaelah gitu doangan...ini pan taneh engkong juga."

Alhamdulillah suasana kelas lebih kondusif. Kini saya tidak 'berjuang' sendirian. Ruangan besar sudah disulap jadi kelas sungguhan. Ada sejumlah guru tambahan yang siap membantu saya. Tak hanya mengajar ngaji tetapi bahasa Arab, Inggris dan Jepang.

What's next? Wallahualam bisshawab. Belum tahu, jalani saja episode yang ini.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Resolusi Tahun 2019