Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Amanjiwo, Sepotong Surga di Bukit Menoreh


Tempat persinggahan saya pada 'short escape' kali ini adalah Borobudur, Magelang. Saya yakin hampir semua pembaca saya pernah singgah di Borobudur, salah satu dari 7 keajaiban dunia sebagai salah satu bukti kejayaan Budha di masa lampau. Tapi saya yakin tidak banyak yang tahu kalau di situ ada sepotong surga para kaum jetset dunia.

Namanya Amanjiwo resort, konon penginapan mewah ini punya ciri khas yaitu privasi sangat tinggi bagi setiap tamunya. Pihak penginapan bahkan  tidak hanya menyediakan pick up service menggunakan mobil biasa dari bandara ke resort, tapi juga layanan jemputan dengan helikopter, pesawat pribadi, bahkan mobil penjemputan khusus yang tentu keamanannya tingkat tinggi untuk para tamu VVIP. Banyak selebriti dunia yang sudah menjajal sensasi menginap ala raja-raja Jawa zaman dahulu, sebut saja David Beckham dan istrinya.



Amanjiwo termasuk dalam jaringan Aman Resorts yang terletak di Bukit Menoreh, Jawa Tengah. Resort yang dibuka pada tahun 1997 ini dibangun dengan bentuk menyerupai candi Borobudur berikut stupanya. Lokasinya menyatu dengan alam, tidak ada batas antara perkampungan. Villa-villa dirancang menghadap ke candi Borobudur, dataran Kedu, juga Bukit Tidar yang secara geografis dipercaya sebagai pusat/titik tengah pulau Jawa. Tambah lengkap dengan pemandangan 4 gunung berapi yang menggapai langit yaitu Sumbing, Sundoro, Merbabu dan Merapi.

Resort yang dibuka sejak tahun 1997 ini  dirancang oleh Ed Tuttle, dibangun dalam bentuk seperti candi dalam sebuah stupa berpilar dari batu lokal yang disebut batu paras Yogya.



Resort mewah dengan 50 kamar ini terletak di tengah pedesaan dengan akses jalan yang hanya cukup dilalui oleh 1 mobil dan 1 motor. Makanya tak heran kalau untuk mencapai lokasi, para tamu hotel banyak yang memilih penjemputan dengan helikopter.

Penginapan ini memberikan suguhan yang sangat indah untuk menikmati sunrise dan sunset dengan sudut pandang candi Borobudur. penginapan ini juga memiliki galeri seni, lapangan tenis, gym, perpustakaan dan kolam renang private di setiap vila.

Bosan di dalam penginapan? Anda bisa mengikuti aneka kegiatan outdoor yang disediakan, seperti hiking di bukit Menoreh, bercocok tanam, main layangan di tengah sawah, yoga atau malah naik andong ke Candi Borobudur. Seru kan?



Lalu berapa harga yang mesti Anda bayar untuk sepotong surga di bukit Menoreh ini? Untuk Dalem Jiwo Suite harganya 3200 USD, Borobudur Pool Suite 1400 USD, Garden Pool Suite 1150 USD, Borobudur Suite 900 USD, dan itu yang paling murah 700 USD Garden Suite. 


Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak