Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Amanjiwo, Sepotong Surga di Bukit Menoreh


Tempat persinggahan saya pada 'short escape' kali ini adalah Borobudur, Magelang. Saya yakin hampir semua pembaca saya pernah singgah di Borobudur, salah satu dari 7 keajaiban dunia sebagai salah satu bukti kejayaan Budha di masa lampau. Tapi saya yakin tidak banyak yang tahu kalau di situ ada sepotong surga para kaum jetset dunia.

Namanya Amanjiwo resort, konon penginapan mewah ini punya ciri khas yaitu privasi sangat tinggi bagi setiap tamunya. Pihak penginapan bahkan  tidak hanya menyediakan pick up service menggunakan mobil biasa dari bandara ke resort, tapi juga layanan jemputan dengan helikopter, pesawat pribadi, bahkan mobil penjemputan khusus yang tentu keamanannya tingkat tinggi untuk para tamu VVIP. Banyak selebriti dunia yang sudah menjajal sensasi menginap ala raja-raja Jawa zaman dahulu, sebut saja David Beckham dan istrinya.



Amanjiwo termasuk dalam jaringan Aman Resorts yang terletak di Bukit Menoreh, Jawa Tengah. Resort yang dibuka pada tahun 1997 ini dibangun dengan bentuk menyerupai candi Borobudur berikut stupanya. Lokasinya menyatu dengan alam, tidak ada batas antara perkampungan. Villa-villa dirancang menghadap ke candi Borobudur, dataran Kedu, juga Bukit Tidar yang secara geografis dipercaya sebagai pusat/titik tengah pulau Jawa. Tambah lengkap dengan pemandangan 4 gunung berapi yang menggapai langit yaitu Sumbing, Sundoro, Merbabu dan Merapi.

Resort yang dibuka sejak tahun 1997 ini  dirancang oleh Ed Tuttle, dibangun dalam bentuk seperti candi dalam sebuah stupa berpilar dari batu lokal yang disebut batu paras Yogya.



Resort mewah dengan 50 kamar ini terletak di tengah pedesaan dengan akses jalan yang hanya cukup dilalui oleh 1 mobil dan 1 motor. Makanya tak heran kalau untuk mencapai lokasi, para tamu hotel banyak yang memilih penjemputan dengan helikopter.

Penginapan ini memberikan suguhan yang sangat indah untuk menikmati sunrise dan sunset dengan sudut pandang candi Borobudur. penginapan ini juga memiliki galeri seni, lapangan tenis, gym, perpustakaan dan kolam renang private di setiap vila.

Bosan di dalam penginapan? Anda bisa mengikuti aneka kegiatan outdoor yang disediakan, seperti hiking di bukit Menoreh, bercocok tanam, main layangan di tengah sawah, yoga atau malah naik andong ke Candi Borobudur. Seru kan?



Lalu berapa harga yang mesti Anda bayar untuk sepotong surga di bukit Menoreh ini? Untuk Dalem Jiwo Suite harganya 3200 USD, Borobudur Pool Suite 1400 USD, Garden Pool Suite 1150 USD, Borobudur Suite 900 USD, dan itu yang paling murah 700 USD Garden Suite. 


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya