Resolusi Tahun 2020

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.

Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 

"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."

Lalu apa resolusi tahun barumu?
Masihkah target-target dunia masuk dalam list?

Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun.
Namun demikian, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Mengingat dalam Islam terdapat keyakinan bahwa orang meninggal sejatinya berpindah tempat dari kehidupan alam dunia ke kehidupan alam kubur (barzakh), yang pada akhirnya akan sama-sama hidup di alam akhirat sebagai akhir dari kehidupan umat manusia.
kematian adalah jembatan antara dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang kekal. Oleh karena itu, mati kadang disebut sebagai akhir dari kehidupan dunia dan awal dari kehidupan akhirat.
Menghadapi kenyataan bahwa semua makhluk akan mati tanpa terkecuali manusia, maka cara yang paling baik menurut Wahbah az-Zuḥailî adalah menjadi hamba yang taat dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Hal ini karena semua perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia akan dibalas ketika hidup di alam akhirat (at-Tafsîr al-Munîr, 2009, XI: 26-27).
Dalam hadis disebutkan, ad-dunyâ mazra’ah al-âkhirah. Dunia adalah tempat untuk “bercocok tanam” (beramal) dan akhirat adalah tempat untuk “memanen” (menikmati hasil dari amal tersebut). Surat al-Ankabût (29): 54-55 dan 57-59, sebagaimana disebutkan oleh Wahbah az-Zuḥailî, menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal baik seperti melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya akan dibalas dengan sebaik-baik balasan dan ditempatkan di dalam surga. Sebaliknya orang yang berbuat dosa akan mendapatkan balasan neraka.
Kalau kematian adalah hal yang paling pasti di dunia ini. Maka apalah guna target-target duniawi yang bahkan tidak bisa menjadi bekal akhirat. 
"Barang siapa yang menghendaki keuntungan akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat." (Qs. Asy Syuara: 20)
Firman Allah tersebut menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih penting dan lebih banyak manfaatnya bagi seorang Muslim jika ingin mengejarnya. Semua orang sudah mengetahui bahwa hidup di dunia hanya sebentar dan hidup yang abadi itu di akhirat kelak. Rasulullah saw pernah bersabda, “Umur umatku hanya sekitar 60 sampai 70 tahun”.

Walaupun kesadaran dan keyakinan kita mengenai hidup di dunia yang berlaku sementara sedangkan hidup di akhirat adalah kehidupan yang abadi dan kekal, tak lantas membuat kita sadar sepenuhnya. Lihatlah dan perhatikanlah betapa banyak orang yang mengabaikan akhirat, mereka sibuk dan asyik dengan dunia, seolah-olah merasa bahwa akan tinggal selamanya di dunia yang fana ini. Mereka lupa bahwa mereka sedang berjalan menuju akhirat.
Pilihan antara hidup sukses atau gagal di akhirat, tergantung pada kepandaian dan ketepatan kita dalam memilih jalan hidup di dunia.
Rasulullah saw pernah bersabda, “Perbandingan dunia dengan akhirat, seperti seseorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya.” (HR. Muslim).
Di sini Rasulullah saw ingin menegaskan betapa luar biasanya perbandingan akhirat dengan dunia. Dunia hanya sekedar sisa air yang tertinggal di jari sewaktu dicelupkan dan diangkat darinya, sedangkan laut yang luas itu ibarat akhirat yang kekal dan abadi.
Sebagai tambahan, bahwa Rasulullahsaw pernah bersabda, “Barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah akan meletakkan rasa cukup di dalam hatinya dan menghimpun semua urusan untuknya serta datanglah dunia kepadanya dengan hina. Tapi barangsiapa yang kehidupan dunia menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah meletakkan kefakiran di hadapan kedua matanya dan mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak bakal datang kepadanya, kecuali sekedar yang telah ditetapkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)
Di dalam Al-Qur’an, Allah dengan sangat jelas menerangkan bahwa yang harus dicari oleh umat Muslim adalah kebahagiaan akhirat, walaupun begitu kita juga tidak boleh melupakan atau mengabaikan begitu saja kebahagiaan di dunia. Sebagaimana firman Allah berikut ini.
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak akan menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Qashash: 77).
Lalu apa resolusi tahun 2020 saya? Saya ingin semakin mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemilik Hidup. Sambil terus menebar kebaikan. Kalau boleh, tahun ini saya ingin ke tanah suci!

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Pecak Timun Betawi